Tuesday, April 7, 2020

Pesan Umar bin Khattab & Wafatnya Abu Bakar



Pesan Umar Bin Khattab menjadi Khalifah setelah wafatnya Abu Bakar :




Abu Bakar wafat pada malam Senin. Ada juga yang mengatakan setelah maghrib (malam Selasa) dan dikebumikan pada malam itu juga tepatnya pada 22 Jumadil Akhir 13 H atau 23 Agustus 634 M, setelah beliau menderita sakit selama 15 hari.


Beliau wafat pada usia 63 tahun persis dengan usia Nabi. Allah mengumpulkan jasad mereka dalam satu tanah, sebagaimana Allah mengumpulkan mereka dalam kehidupan. Sebelum wafat, beliau berwasiat agar seperlima dari hartanya disedekahkan seraya berkata, "Aku akan menyedekahkan hartaku sejumlah yang Allah ambil dari fai’ kaum muslimin".




Ibnu Katsir dalam kitabnya, al-Bidayah wa al-Nihayah mengatakan bahwa penyebab Abu Bakar jatuh sakit dan wafat adalah karena keracunan makanan. Abu Bakar dan al-Harits – seorang dokter yang masyhur – pernah memakan khazirah (daging yang telah lewat satu hari, yang dicampur dengan tepung setelah dimasak) yang dihadiahkan kepada Abu Bakar.


Setelah memakan daging itu, Al-Harits berkata, "Angkatlah tangan anda wahai Khalifah Rasulullah, demi Allah daging ini beracun, maka Abu Bakar segera mengangkat tangannya. Sejak itu, keduanya selalu merasa sakit hingga akhirnya keduanya wafat 1 tahun kemudian.




Riwayat lain ada yang mengatakan bahwa sebab wafatnya Abu Bakar karena beliau mandi pada waktu musim dingin yang membuatnya demam dan akhirnya wafat. Dalam keadaan sakit, beliau melantunkan sebuah syair, "Engkau selalu memberikan kabar duka cita atas kematian kekasihku, hingga kini engkaulah yang akan merasakan kematian itu, banyak yang memiliki cita-cita, namun kematian jualah yang menghadang segalanya".
Ketika sedang menghadapi sakaratul maut, 'Aisyah membacakan sebuah sya'ir, "Sesungguhnya tidak guna kekayaan bagi seseorang, ketika dada sempit dan susah bernafas."




Mendengar itu, Abu Bakar memandang "Aisyah seolah-olah marah dan berkata, "Jangan berkata demikian, wahai Ummul Mu'minin, tapi katakan, "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya." Abu Bakar dimakamkan bersama Nabi Muhammad Saw. dalam kamar ('Aisyah) dan ia dishalati "Umar bin Al-Khattab.



Wallahu a'lam.



Setelah Abu Bakar Ash Shidiq wafat Umar Bin Khattab diangkat menjadi khalifah ke-2. Di hari ketiga pengangkatan, Umar menyampaikan pidato pertamanya.


Dalam pesannya, tergambar bagaimana takutnya memikul beban tanggung jawab sebagai seorang pemimpin ketika itu. Dan bukan saat itu saja Umar merasa hal itu disampaikan Umar. Sesaat setelah Abu Bakar dimakamkan, Umar sudah merasakan ketakutan itu.



"Wahai Khalifatullah! Sepeninggalmu, sungguh ini suatu beban yang sangat berat yang harus kami pikul. Sungguh engkau tak tertandingi, bagaimana pula hendak menyusulmu," kata Umar sesaat setelah Abu Bakar Asd Siddiq dimakamkan.


Terpilihnya Umar bin Khattab sebagai khalifah ke-2 berdasarkan keputusan Abu Bakar. Sebelum meninggal Abu Bakar menunjuk Umar sebagai gantinya. Keputusan tersebut bahkan telah tertulis dalam wasiat yang ditulis oleh Utsman bin Affan.







Keras tapi Lembut
Saat Umar terpilih menjadi pengganti khalifah setelah Abu Bakar, sebagian besar masyarakat Madinah rupanya khawatir akan dipimpin oleh seseorang yang sudah terkenal dengan sikap kerasnya. Oleh karena itu, pidato pertama Umar bin Khattab disampaikan guna menanggapi keresahan masyarakat Mekah.Berikut ini isi pesan Umar bin Khattab ketika diangkat menjadi khalifah seperti dikutip dari buku, Biografi Umar bin Khattab karya Muhammad Husain Haekal. Ada tiga poin dalam pesan Umar :




  • "Ketahuilah saudara - saudaraku, bahwa sikap keras itu sekarang sudah mencair. Sikap itu (keras) hanya terhadap orang yang berlaku zalim dan memusuhi kaum Muslimin," kata Umar.
    "Tetapi buat orang yang jujur, orang yang berpegang teguh pada agama dan berlaku adil saya lebih lembut dari mereka semua," Umar melanjutkan.

    Umar pun berdoa agar Allah melunakkan hati dan memberikan kekuatan di saat hatinya sedang lemah.

    "Ya Allah, saya ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku! Ya Allah, saya sangat lemah, maka berilah saya kekuatan! Ya Allah, saya ini kikir, jadikanlah saya orang dermawan!"



  • Jabatan adalah Ujian dari Allah SWT
    Pidato Umar bin Khattab mengingatkan seorang pemimpin untuk tetap memiliki sikap rendah hati dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Ia sendiri bahkan menganggap bahwa jabatan ialah ujian.

    "Allah telah menguji kalian dengan saya, dan menguji saya dengan kalian. Sepeninggal sahabatku (Abu Bakar Ash Shiddiq), sekarang saya yang berada di tengah - tengah kalian. Tak ada persoalan kalian yang harus saya hadapi lalu diwakilkan kepada orang lain selain saya, dan tak ada yang tak hadir di sini lalu meninggalkan perbuatan terpuji dan amanat. Kalau mereka berbuat baik akan saya balas dengan kebaikan, tetapi kalau melakukan kejahatan terimalah bencana yang akan saya timpakan kepada mereka."



  • Saling Mendukung dan Mengingatkan antara Pemimpin Negara dengan masyarakat

    Dalam pidatonya Umar meminta masyarakat Mekah tak ragu untuk menegurnya dalam beberapa hal kalau dia salah. Bahkan Umar meminta rakyat tak ragu menuntutnya jika rakyat tak terhindar dari bencana, pasukan terperangkap ke tangan musuh.

    "Bantulah saya dalam tugas saya menjalankan amar makruf naih munkar dan bekalilah saya dengan nasihat-nasihat saudara - saudara sehubungan dengan tugas yang dipercayakan Allah kepada saya demi kepentingan Saudara-saudara sekalian," kata Umar menutup pidatonya



1 comment:

Suara dentuman misterius di Jabar dan beberapa daerah di Indonesia

Suara dentuman misterius : "Suara dentuman beberapa kali, jam 01.00 WIB sampai jam 03.00 WIB suaranya mirip ledakan bom menggel...