Thursday, April 9, 2020

Perbedaan keyakinan Islam dan Sy'iah



Perbedaan keyakinan Islam & Sy'iah :


Hadits-hadist shahih dengan referensi-referensi Mazhab 4 Imam besar Islam. Mazhab adalah sebuah metodologi ilmiyah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah dan Sunnah Nabawiyah. Jika berbeda dengan salah satu saja dari sumber tersebut maka ada baiknya tidak kita ambil ilmunya apalagi dipraktekan.

Syi'ah ialah salah satu aliran atau mazhab. Secara umum, Syi'ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Islam (orang Arab menyebutnya Sunni) pertama (from Wikipedia). Padahal pada saat kepemimpinan Tiga Khalifah inilah Al-qur'an di kumpulkan dari bentuk lembaran-lembaran menjadi sebuah buku utuh. Syiah otomatis tidak mempercayai Al-quran yang disusun pada masa ketiga Khalifah ini dan memilih membuat 'Al-qur'an' versinya sendiri yang tentunya tidak bersumber dari sahabat-sahabat terdekat Nabi Saw.



Lalu kalau tidak mempercayai Al-qur'an, dasar apa yang digunakan Syiah untuk membenarkan ajarannya? kitab-kitab Syiah sudah dicampur - campur antara potongan ayat Al-qur'an dengan ajaran dari imam-imam mereka (perkataan manusia), tidak murni berisi perkataan Allah saja.
Sedangkan Al-qur'an yang dikumpulkan pada zaman keKhalifahan Tiga sahabat nabi murni dikumpulkan dari para penghafal ayat dan juga lembaran-lembaran (biasanya pelepah kurma) yang berisi ayat-ayat Al-qur'an yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Begitu juga dengan hadits, karena mereka tidak mempercayai hadits yang dirangkum di ketiga masa kepemimpinan Khalifah ini maka banyak sekali hadits penting yang menjadi pegangan utama umat Islam hingga saat ini mereka dustakan. Contohnya tentang tata cara shalat dan jumlah shalat dalam sehari semalam. Amat berbeda antara Syiah dengan Islam.







Mengapa sesama orang Arab masih berperang bahkan tidak segan-segan melakukan pembantaian seperti yang kita lihat di negara Syria dibeberapa dekade terakhir. Apakah itu murni perebutan kekuasaan atau ada konflik Syiah versus Sunni juga di dalamnya?
Sebetulnya tidak ada istilah Sunni (berasal dari kata Sunnah yang artinya Ahlu Sunnah Wal Jamaah, yaitu kelompok yang berpegang teguh pada ajaran Islam pada masa awal Islam disebarkan yaitu pada masa Nabi atau Sahabat Nabi masih hidup). Semua orang Islam sejatinya haruslah seorang Sunni atau Ahlu Sunnah Wal Jamaah, namun karena jauhnya rentang waktu antara Islam disebarkan dengan masa sekarang banyak orang yang enggan mempelajari Islam sesuai ajaran Islam pada awal Islam


diajarkan. Mereka menganggap ajaran tersebut 'kuno' dan tidak sesuai lagi dengan kehidupan modern sekarang. Karena itulah muncul paham-paham penganut Islam moderat, liberal, kejawen, abangan dll karena sudah bercampur-campur antara budaya dengan ajaran agama.



Padahal Islam yang hakiki sesuai dengan apa yang ada di dalam Al-qur'an dan Hadits, sifatnya tidak hanya berlaku untuk umat Islam pada zaman Nabi namun berlaku hingga hari kiamat. Untuk itu sebagai umat Islam yang ingin merasakan nikmat Islam yang sebenarnya, terutama untuk masyarakat yang memeluk Islam keturunan perlu mempelajari lebih dalam tentang aqidah dan fiqih Islam agar bisa menjadi benteng kita terhadap ajaran-ajaran yang amat jauh berbeda dengan Islam yang disampaikan oleh Nabi.







  • Perbedaan antara Islam & Syiah




1. Perbedaan Rukun Islam


Islam mengajarkan Rukun islam ada 5 :
Dua Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Islam dibangun di atas 5 rukun: Syahadat laa ilaaha illallah dan bahwa Muhamamd utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berangkat haji, dan puasa ramadhan." (HR. Bukhari 8 & Muslim 16).

Rukun Syiah ada 5 :
Sholat, Puasa, Zakat, Haji, dan Wilayah. Yang dimaksud rukun Wilayah adalah bahwa penentuan imam atau khalifah, itu murni ditunjuk oleh Allah (manshab ilahi), sebagaimana nubuwah (kenabian). Karena itu, dalam syiah, imam atau khalifah, tidak bisa ditetapkan berdasarkan kesepakatan atau pemilihan. Dalam Ushul al-Kafi – salah satu rujukan utama dalam syiah – dinyatakan : Dari Abu Ja'far alaihis salam dia mengatakan, Islam dibangun di atas 5 rukun: shalat, zakat, puasa, haji, dan wilayah. Beliau menyerukan paling keras untuk rukun wilayah. Namun manusia hanya mengambil 4 rukun pertama, dan meninggalkan ini (yaitu rukun wilayah).

Dalam riwayat lain, terdapat tambahan, Zurarah bertanya kepada Abu Ja'far, "Mana rukun islam yang paling afdhal? Abu Ja’far menjawab, 'Walayah paling afdhal. Karena ini kunci semuanya, dan Wali adalah petunjuk untuk yang lainnya." [Ushul al-Kafi, al-Kulaini, 2/18]. Dengan demikian, dalam syiah, syahadat bukan termasuk rukun islam versi syiah.



2. Perbedaan dalam rukun Iman


Islam mengajarkan rukun iman ada 6 :


Iman Kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab-Kitab, Iman Kepada Para Rasul, Iman Kepada hari qiamat, dan Iman Kepada Qadha Qadar.
Dari Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang iman :
Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman terhadap takdir yang baik maupun yang buruk. (HR. Bukhari 50, Muslim 8, Nasai 4990, dan yang lainnya).


Rukun Iman dalam Syi'ah ada 5 :


Tauhid, Nubuwah (Kenabian), Imamah, Keadilan, dan al-Maad (Qiamat).
Tokoh Syiah, Syaikh al-Muntadzari mengatakan,
"Ushuluddin (prinsip iman) ada lima: tauhid, keadilan, nubuwah (kenabian), imamah, dan al-Ma'ad (qiyamat)." (Minal Mabda' ila al-Ma'ad, al-Muntadzari, 181).
Hal yang sama juga ditegaskan oleh al-Huly, dalam bukunya, an-Nafi' yauma al-Hasyr,
"Ushuluddin (prinsip iman) ada lima: tauhid, keadilan, nubuwah (kenabian), imamah, dan al-Ma'ad (qiyamat)." (an-Nafi' yauma al-Hasyr, al-Huly, 13).



3. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Khulafaurrasyidin Islam mengakui khulafaurrosyidin sebagai pemimpin islam yang sah sementara Sy'iah tidak

Sunni mengakui khulafaurrosyidin sebagai pemimpin islam yang sah. Khalifah Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib dianggap sebagai pemimpin yang baik. Sedangkan dalam ajaran Syiah, khulafaurrasyidin tidak diakui. Tiga khalifah pertama dianggap sebagai perampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (meski sebetulnya, Ali sendiri pun mengakui kekhalifahan mereka). Perbedaan syiah dan sunni dalam memandang khulafaurrasyidin inilah yang sering kali membuat pertentangan dan perdebatan antara kedua kelompok islam ini. Tak jarang bahkan keduanya mengalami permusuhan sengit..



4. Perbedaan Cara Sholat


Sholatnya orang syiah dan sunni memiliki beberapa perbedaan. Saat sholat, orang sunni akan bersedekap atau meletakan tangan kanan di atas tangan kiri dianggap sebagai sunnah. Sedangkan bersedekap menurut ajaran syiah adalah sesuatu yang bisa membatalakan sholat. Selain itu, mengucapkan "AaMiin" saat imam selesai membaca Alfatihah dalam sholat juga dianggap sebagai suatu penyimpangan tersendiri bagi umat syiah. Nah, demikianlah beberapa perbedaan syiah dan sunni yang paling mendasar. Sebetulnya masih banyak perbedaan-perbedaan antara kedua aliran Islam ini, seperti perbedaan cara adzan, cara berwudlu, aqidah raj'ah dan beberapa pemahaman fiqih lainnya. Oleh karena perbedaan-perbedaan tersebut bersifat prinsip, nampaknya islam sunni dan syiah tidak akan pernah bisa disatukan.



5. Perbedaan Al-Qur'an


Perbedaan Syiah dan Sunni juga terdapat pada Al-Quran yang digunakannya sebagi rujukan masing-masing. Al Quran yang ada saat ini menurut sunni adalah Alquran yang orisinil dan tidak pernah berubah, hal ini didasari oleh janji Allah yang tercantum di dalamnya, dimana Allah akan memelihara Al-Quran hingga akhir zaman. Sedangkan menurut Syiah, al Quran yang menjadi rujukan sunni adalah al Quran yang telah dirubah (dikurangi dan ditambah isinya) oleh para sahabat.



6. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Syurga

Syurga menurut sunni diperuntukan bagi mereka yang taat pada Alloh dan Rosulnya. Sedangkan menurut syiah, surga hanya diperuntukan bagi mereka yang cinta pada Ali. Bagi mereka yang taat kepada Alloh dan Rasul tapi tidak cinta pada Ali, maka syiah menganggap mereka adalah orang-orang yang sesat dan pasti masuk neraka.



7. Perbedaan Hadist


Perbedaan sunni dan syiah juga timbul dari cara pandang pengambilan rujukan hadist. Sunni umumnya menggunakan hadist yang disahihkan oleh Bukhari, Muslim, Abi Dawud, At-Tirmidz, Ibnu Majah dan An-Nasa'i. Sedangkan syiah menggunakan hadist yang disahihkan oleh Al Kaafi, Al Istibshor, Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih, dan Att Tahdziib.




8. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Khamar

ara pandang terhadap kehalalan khamar atau minuman keras juga menjadi salah satu perbedaan antara syiah dan sunni. Menurut syiah khamar halal diminum, sementara menurut sunni khamar justru haram dan sangat dilarang untuk dikonsumsi.



9. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Kesucian Air


Air yang sudah digunakan untuk cebok dalam ajaran syiah dianggap sebagai air yang suci dan mensucikan. Hal ini berkebalikan dengan pemahaman sunni. Air tersebut dianggap tidak mensucikan karena telah mengandung najis.



10. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Aisyah Dan Para Sahabat

Syiah sangat membenci istri Rasululloh, Aisyah RA dan para sahabat kecuali Ali bin Abi Thalib. Tak jarang bahkan mereka melaknat dan memfitnahnya. Hal ini jelas berbeda dengan sunni. Sunni meyakini Aisyah termasuk Ummahatul Mukminin dan semua sahabat termasuk golongan yang mulia.





No comments:

Post a Comment

Suara dentuman misterius di Jabar dan beberapa daerah di Indonesia

Suara dentuman misterius : "Suara dentuman beberapa kali, jam 01.00 WIB sampai jam 03.00 WIB suaranya mirip ledakan bom menggel...