Saturday, April 11, 2020

Suara dentuman misterius di Jabar dan beberapa daerah di Indonesia




Suara dentuman misterius :






"Suara dentuman beberapa kali, jam 01.00 WIB sampai jam 03.00 WIB suaranya mirip ledakan bom menggelegar tapi tidak sampai membuat dinding rumah bergetar,"

Saya mengira suara itu berasal dari petasan yang dimainkan sekelompok orang. pas saya cek akun sosmed ternyata bukan hanya saya tapi beberapa daerah mendengar hal yang sama. termasuk daerah Garut, sukabumi dan sumatra selatan


  • BMKG tak terdeteksi ada dentuman


Biasanya, setiap getaran bumi terekam oleh sensor Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun mereka sendiri tak mendeteksi getaran yang berkaitan dengan dentuman itu.

"Karena besarannya juga itu kan kecil ya, jadi tidak terdeteksi begitu kalau soal dentuman seperti itu," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly di Kantornya, Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat.



BMKG masih akan mengecek perihal dentuman misterius itu.
"Kita mesti cek lagi," kata Sadly.





  • Banyak pernyataan tentang dentuman yang terjadi


Pernyataan Tni dan bantahan Lapan

Dentuman yang terdengar di Cianjur, Sukabumi, hingga Garut dinyatakan TNI merupakan suara ujicoba peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Masyarakat diimbau untuk tak resah dengan dentuman itu.

Pernyataan tentang terkaitnya dentuman dengan suara erupsi Gunung

Sebelumnya, setelah gunung anak Krakatau erupsi, warganet beramai-ramai membahas suara dentuman di media sosial yang mereka duga ada hubungannya dengan dengan erupsi tersebut.

Hal ini di tegaskan pusat Vulkanologi dan mitigasi bencana Geologi"(PVGMBG)" pada sabtu 11, april 2020

"Sampai sekarang Gunung Anak Krakatau memang masih erupsi, tapi terlalu jauh jika terdengar hingga Jakarta dan Depok".

kata kepala "(PWGMBG)"




Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral"(ESDM)" Kasbani melalui liputan6 di jakarta

Ia juga mengkonfirmasi melalui Pos Pengamanan Gunung anak Krakatau di Pasaran Carita, Pandeglang Banten yang berada

50 km, bahwa efek erupsi terlampau kecil dan tidak terdengar dentumansama sekali.
Pos yang terdekat saja tidak dengar, apalagi Jakarta yang lebih jauh. ujarnya


Thursday, April 9, 2020

Perbedaan keyakinan Islam dan Sy'iah



Perbedaan keyakinan Islam & Sy'iah :


Hadits-hadist shahih dengan referensi-referensi Mazhab 4 Imam besar Islam. Mazhab adalah sebuah metodologi ilmiyah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah dan Sunnah Nabawiyah. Jika berbeda dengan salah satu saja dari sumber tersebut maka ada baiknya tidak kita ambil ilmunya apalagi dipraktekan.

Syi'ah ialah salah satu aliran atau mazhab. Secara umum, Syi'ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Islam (orang Arab menyebutnya Sunni) pertama (from Wikipedia). Padahal pada saat kepemimpinan Tiga Khalifah inilah Al-qur'an di kumpulkan dari bentuk lembaran-lembaran menjadi sebuah buku utuh. Syiah otomatis tidak mempercayai Al-quran yang disusun pada masa ketiga Khalifah ini dan memilih membuat 'Al-qur'an' versinya sendiri yang tentunya tidak bersumber dari sahabat-sahabat terdekat Nabi Saw.



Lalu kalau tidak mempercayai Al-qur'an, dasar apa yang digunakan Syiah untuk membenarkan ajarannya? kitab-kitab Syiah sudah dicampur - campur antara potongan ayat Al-qur'an dengan ajaran dari imam-imam mereka (perkataan manusia), tidak murni berisi perkataan Allah saja.
Sedangkan Al-qur'an yang dikumpulkan pada zaman keKhalifahan Tiga sahabat nabi murni dikumpulkan dari para penghafal ayat dan juga lembaran-lembaran (biasanya pelepah kurma) yang berisi ayat-ayat Al-qur'an yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Begitu juga dengan hadits, karena mereka tidak mempercayai hadits yang dirangkum di ketiga masa kepemimpinan Khalifah ini maka banyak sekali hadits penting yang menjadi pegangan utama umat Islam hingga saat ini mereka dustakan. Contohnya tentang tata cara shalat dan jumlah shalat dalam sehari semalam. Amat berbeda antara Syiah dengan Islam.







Mengapa sesama orang Arab masih berperang bahkan tidak segan-segan melakukan pembantaian seperti yang kita lihat di negara Syria dibeberapa dekade terakhir. Apakah itu murni perebutan kekuasaan atau ada konflik Syiah versus Sunni juga di dalamnya?
Sebetulnya tidak ada istilah Sunni (berasal dari kata Sunnah yang artinya Ahlu Sunnah Wal Jamaah, yaitu kelompok yang berpegang teguh pada ajaran Islam pada masa awal Islam disebarkan yaitu pada masa Nabi atau Sahabat Nabi masih hidup). Semua orang Islam sejatinya haruslah seorang Sunni atau Ahlu Sunnah Wal Jamaah, namun karena jauhnya rentang waktu antara Islam disebarkan dengan masa sekarang banyak orang yang enggan mempelajari Islam sesuai ajaran Islam pada awal Islam


diajarkan. Mereka menganggap ajaran tersebut 'kuno' dan tidak sesuai lagi dengan kehidupan modern sekarang. Karena itulah muncul paham-paham penganut Islam moderat, liberal, kejawen, abangan dll karena sudah bercampur-campur antara budaya dengan ajaran agama.



Padahal Islam yang hakiki sesuai dengan apa yang ada di dalam Al-qur'an dan Hadits, sifatnya tidak hanya berlaku untuk umat Islam pada zaman Nabi namun berlaku hingga hari kiamat. Untuk itu sebagai umat Islam yang ingin merasakan nikmat Islam yang sebenarnya, terutama untuk masyarakat yang memeluk Islam keturunan perlu mempelajari lebih dalam tentang aqidah dan fiqih Islam agar bisa menjadi benteng kita terhadap ajaran-ajaran yang amat jauh berbeda dengan Islam yang disampaikan oleh Nabi.







  • Perbedaan antara Islam & Syiah




1. Perbedaan Rukun Islam


Islam mengajarkan Rukun islam ada 5 :
Dua Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Islam dibangun di atas 5 rukun: Syahadat laa ilaaha illallah dan bahwa Muhamamd utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berangkat haji, dan puasa ramadhan." (HR. Bukhari 8 & Muslim 16).

Rukun Syiah ada 5 :
Sholat, Puasa, Zakat, Haji, dan Wilayah. Yang dimaksud rukun Wilayah adalah bahwa penentuan imam atau khalifah, itu murni ditunjuk oleh Allah (manshab ilahi), sebagaimana nubuwah (kenabian). Karena itu, dalam syiah, imam atau khalifah, tidak bisa ditetapkan berdasarkan kesepakatan atau pemilihan. Dalam Ushul al-Kafi – salah satu rujukan utama dalam syiah – dinyatakan : Dari Abu Ja'far alaihis salam dia mengatakan, Islam dibangun di atas 5 rukun: shalat, zakat, puasa, haji, dan wilayah. Beliau menyerukan paling keras untuk rukun wilayah. Namun manusia hanya mengambil 4 rukun pertama, dan meninggalkan ini (yaitu rukun wilayah).

Dalam riwayat lain, terdapat tambahan, Zurarah bertanya kepada Abu Ja'far, "Mana rukun islam yang paling afdhal? Abu Ja’far menjawab, 'Walayah paling afdhal. Karena ini kunci semuanya, dan Wali adalah petunjuk untuk yang lainnya." [Ushul al-Kafi, al-Kulaini, 2/18]. Dengan demikian, dalam syiah, syahadat bukan termasuk rukun islam versi syiah.



2. Perbedaan dalam rukun Iman


Islam mengajarkan rukun iman ada 6 :


Iman Kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab-Kitab, Iman Kepada Para Rasul, Iman Kepada hari qiamat, dan Iman Kepada Qadha Qadar.
Dari Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang iman :
Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman terhadap takdir yang baik maupun yang buruk. (HR. Bukhari 50, Muslim 8, Nasai 4990, dan yang lainnya).


Rukun Iman dalam Syi'ah ada 5 :


Tauhid, Nubuwah (Kenabian), Imamah, Keadilan, dan al-Maad (Qiamat).
Tokoh Syiah, Syaikh al-Muntadzari mengatakan,
"Ushuluddin (prinsip iman) ada lima: tauhid, keadilan, nubuwah (kenabian), imamah, dan al-Ma'ad (qiyamat)." (Minal Mabda' ila al-Ma'ad, al-Muntadzari, 181).
Hal yang sama juga ditegaskan oleh al-Huly, dalam bukunya, an-Nafi' yauma al-Hasyr,
"Ushuluddin (prinsip iman) ada lima: tauhid, keadilan, nubuwah (kenabian), imamah, dan al-Ma'ad (qiyamat)." (an-Nafi' yauma al-Hasyr, al-Huly, 13).



3. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Khulafaurrasyidin Islam mengakui khulafaurrosyidin sebagai pemimpin islam yang sah sementara Sy'iah tidak

Sunni mengakui khulafaurrosyidin sebagai pemimpin islam yang sah. Khalifah Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib dianggap sebagai pemimpin yang baik. Sedangkan dalam ajaran Syiah, khulafaurrasyidin tidak diakui. Tiga khalifah pertama dianggap sebagai perampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (meski sebetulnya, Ali sendiri pun mengakui kekhalifahan mereka). Perbedaan syiah dan sunni dalam memandang khulafaurrasyidin inilah yang sering kali membuat pertentangan dan perdebatan antara kedua kelompok islam ini. Tak jarang bahkan keduanya mengalami permusuhan sengit..



4. Perbedaan Cara Sholat


Sholatnya orang syiah dan sunni memiliki beberapa perbedaan. Saat sholat, orang sunni akan bersedekap atau meletakan tangan kanan di atas tangan kiri dianggap sebagai sunnah. Sedangkan bersedekap menurut ajaran syiah adalah sesuatu yang bisa membatalakan sholat. Selain itu, mengucapkan "AaMiin" saat imam selesai membaca Alfatihah dalam sholat juga dianggap sebagai suatu penyimpangan tersendiri bagi umat syiah. Nah, demikianlah beberapa perbedaan syiah dan sunni yang paling mendasar. Sebetulnya masih banyak perbedaan-perbedaan antara kedua aliran Islam ini, seperti perbedaan cara adzan, cara berwudlu, aqidah raj'ah dan beberapa pemahaman fiqih lainnya. Oleh karena perbedaan-perbedaan tersebut bersifat prinsip, nampaknya islam sunni dan syiah tidak akan pernah bisa disatukan.



5. Perbedaan Al-Qur'an


Perbedaan Syiah dan Sunni juga terdapat pada Al-Quran yang digunakannya sebagi rujukan masing-masing. Al Quran yang ada saat ini menurut sunni adalah Alquran yang orisinil dan tidak pernah berubah, hal ini didasari oleh janji Allah yang tercantum di dalamnya, dimana Allah akan memelihara Al-Quran hingga akhir zaman. Sedangkan menurut Syiah, al Quran yang menjadi rujukan sunni adalah al Quran yang telah dirubah (dikurangi dan ditambah isinya) oleh para sahabat.



6. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Syurga

Syurga menurut sunni diperuntukan bagi mereka yang taat pada Alloh dan Rosulnya. Sedangkan menurut syiah, surga hanya diperuntukan bagi mereka yang cinta pada Ali. Bagi mereka yang taat kepada Alloh dan Rasul tapi tidak cinta pada Ali, maka syiah menganggap mereka adalah orang-orang yang sesat dan pasti masuk neraka.



7. Perbedaan Hadist


Perbedaan sunni dan syiah juga timbul dari cara pandang pengambilan rujukan hadist. Sunni umumnya menggunakan hadist yang disahihkan oleh Bukhari, Muslim, Abi Dawud, At-Tirmidz, Ibnu Majah dan An-Nasa'i. Sedangkan syiah menggunakan hadist yang disahihkan oleh Al Kaafi, Al Istibshor, Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih, dan Att Tahdziib.




8. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Khamar

ara pandang terhadap kehalalan khamar atau minuman keras juga menjadi salah satu perbedaan antara syiah dan sunni. Menurut syiah khamar halal diminum, sementara menurut sunni khamar justru haram dan sangat dilarang untuk dikonsumsi.



9. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Kesucian Air


Air yang sudah digunakan untuk cebok dalam ajaran syiah dianggap sebagai air yang suci dan mensucikan. Hal ini berkebalikan dengan pemahaman sunni. Air tersebut dianggap tidak mensucikan karena telah mengandung najis.



10. Perbedaan Cara Pandang Terhadap Aisyah Dan Para Sahabat

Syiah sangat membenci istri Rasululloh, Aisyah RA dan para sahabat kecuali Ali bin Abi Thalib. Tak jarang bahkan mereka melaknat dan memfitnahnya. Hal ini jelas berbeda dengan sunni. Sunni meyakini Aisyah termasuk Ummahatul Mukminin dan semua sahabat termasuk golongan yang mulia.





Tuesday, April 7, 2020

Pesan Umar bin Khattab & Wafatnya Abu Bakar



Pesan Umar Bin Khattab menjadi Khalifah setelah wafatnya Abu Bakar :




Abu Bakar wafat pada malam Senin. Ada juga yang mengatakan setelah maghrib (malam Selasa) dan dikebumikan pada malam itu juga tepatnya pada 22 Jumadil Akhir 13 H atau 23 Agustus 634 M, setelah beliau menderita sakit selama 15 hari.


Beliau wafat pada usia 63 tahun persis dengan usia Nabi. Allah mengumpulkan jasad mereka dalam satu tanah, sebagaimana Allah mengumpulkan mereka dalam kehidupan. Sebelum wafat, beliau berwasiat agar seperlima dari hartanya disedekahkan seraya berkata, "Aku akan menyedekahkan hartaku sejumlah yang Allah ambil dari fai’ kaum muslimin".




Ibnu Katsir dalam kitabnya, al-Bidayah wa al-Nihayah mengatakan bahwa penyebab Abu Bakar jatuh sakit dan wafat adalah karena keracunan makanan. Abu Bakar dan al-Harits – seorang dokter yang masyhur – pernah memakan khazirah (daging yang telah lewat satu hari, yang dicampur dengan tepung setelah dimasak) yang dihadiahkan kepada Abu Bakar.


Setelah memakan daging itu, Al-Harits berkata, "Angkatlah tangan anda wahai Khalifah Rasulullah, demi Allah daging ini beracun, maka Abu Bakar segera mengangkat tangannya. Sejak itu, keduanya selalu merasa sakit hingga akhirnya keduanya wafat 1 tahun kemudian.




Riwayat lain ada yang mengatakan bahwa sebab wafatnya Abu Bakar karena beliau mandi pada waktu musim dingin yang membuatnya demam dan akhirnya wafat. Dalam keadaan sakit, beliau melantunkan sebuah syair, "Engkau selalu memberikan kabar duka cita atas kematian kekasihku, hingga kini engkaulah yang akan merasakan kematian itu, banyak yang memiliki cita-cita, namun kematian jualah yang menghadang segalanya".
Ketika sedang menghadapi sakaratul maut, 'Aisyah membacakan sebuah sya'ir, "Sesungguhnya tidak guna kekayaan bagi seseorang, ketika dada sempit dan susah bernafas."




Mendengar itu, Abu Bakar memandang "Aisyah seolah-olah marah dan berkata, "Jangan berkata demikian, wahai Ummul Mu'minin, tapi katakan, "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya." Abu Bakar dimakamkan bersama Nabi Muhammad Saw. dalam kamar ('Aisyah) dan ia dishalati "Umar bin Al-Khattab.



Wallahu a'lam.



Setelah Abu Bakar Ash Shidiq wafat Umar Bin Khattab diangkat menjadi khalifah ke-2. Di hari ketiga pengangkatan, Umar menyampaikan pidato pertamanya.


Dalam pesannya, tergambar bagaimana takutnya memikul beban tanggung jawab sebagai seorang pemimpin ketika itu. Dan bukan saat itu saja Umar merasa hal itu disampaikan Umar. Sesaat setelah Abu Bakar dimakamkan, Umar sudah merasakan ketakutan itu.



"Wahai Khalifatullah! Sepeninggalmu, sungguh ini suatu beban yang sangat berat yang harus kami pikul. Sungguh engkau tak tertandingi, bagaimana pula hendak menyusulmu," kata Umar sesaat setelah Abu Bakar Asd Siddiq dimakamkan.


Terpilihnya Umar bin Khattab sebagai khalifah ke-2 berdasarkan keputusan Abu Bakar. Sebelum meninggal Abu Bakar menunjuk Umar sebagai gantinya. Keputusan tersebut bahkan telah tertulis dalam wasiat yang ditulis oleh Utsman bin Affan.







Keras tapi Lembut
Saat Umar terpilih menjadi pengganti khalifah setelah Abu Bakar, sebagian besar masyarakat Madinah rupanya khawatir akan dipimpin oleh seseorang yang sudah terkenal dengan sikap kerasnya. Oleh karena itu, pidato pertama Umar bin Khattab disampaikan guna menanggapi keresahan masyarakat Mekah.Berikut ini isi pesan Umar bin Khattab ketika diangkat menjadi khalifah seperti dikutip dari buku, Biografi Umar bin Khattab karya Muhammad Husain Haekal. Ada tiga poin dalam pesan Umar :




  • "Ketahuilah saudara - saudaraku, bahwa sikap keras itu sekarang sudah mencair. Sikap itu (keras) hanya terhadap orang yang berlaku zalim dan memusuhi kaum Muslimin," kata Umar.
    "Tetapi buat orang yang jujur, orang yang berpegang teguh pada agama dan berlaku adil saya lebih lembut dari mereka semua," Umar melanjutkan.

    Umar pun berdoa agar Allah melunakkan hati dan memberikan kekuatan di saat hatinya sedang lemah.

    "Ya Allah, saya ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku! Ya Allah, saya sangat lemah, maka berilah saya kekuatan! Ya Allah, saya ini kikir, jadikanlah saya orang dermawan!"



  • Jabatan adalah Ujian dari Allah SWT
    Pidato Umar bin Khattab mengingatkan seorang pemimpin untuk tetap memiliki sikap rendah hati dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Ia sendiri bahkan menganggap bahwa jabatan ialah ujian.

    "Allah telah menguji kalian dengan saya, dan menguji saya dengan kalian. Sepeninggal sahabatku (Abu Bakar Ash Shiddiq), sekarang saya yang berada di tengah - tengah kalian. Tak ada persoalan kalian yang harus saya hadapi lalu diwakilkan kepada orang lain selain saya, dan tak ada yang tak hadir di sini lalu meninggalkan perbuatan terpuji dan amanat. Kalau mereka berbuat baik akan saya balas dengan kebaikan, tetapi kalau melakukan kejahatan terimalah bencana yang akan saya timpakan kepada mereka."



  • Saling Mendukung dan Mengingatkan antara Pemimpin Negara dengan masyarakat

    Dalam pidatonya Umar meminta masyarakat Mekah tak ragu untuk menegurnya dalam beberapa hal kalau dia salah. Bahkan Umar meminta rakyat tak ragu menuntutnya jika rakyat tak terhindar dari bencana, pasukan terperangkap ke tangan musuh.

    "Bantulah saya dalam tugas saya menjalankan amar makruf naih munkar dan bekalilah saya dengan nasihat-nasihat saudara - saudara sehubungan dengan tugas yang dipercayakan Allah kepada saya demi kepentingan Saudara-saudara sekalian," kata Umar menutup pidatonya



Sunday, April 5, 2020

Kisah Kelahiran Manusia Mulia Nabi Muhammad SAW

Lahirnya Rasulullah SAW:

Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah, kira-kira 200 M dari Masjidil Haram, pada senin menjelang terbitnya fajar 12 Rabi'ul Awal tahun Gajah bertepatan dengan 20 April 571 M. Dinamakan tahun Gajah karena pada waktu itu bala tentara Abrahah dari Yaman menyerang Ka'bah dengan maksud akan meruntuhkannya. Mereka datang dengan mengendarai Gajah. Namun penyerangan itu gagal total karena Allah mengirim burung Ababil yang menjatuhkan batu-batu dari neraka kepada mereka. Seperti yg diceritakan Allah swt pada surat Al Fiil.

Menurut pendapat yang masyhur, Nabi Muhammad saw lahir 50 hari setelah peristiwa itu, demikian Ibnu Ishak. Ada pula pendapat yang menyatakan 30 hari, 40 hari dan 55 hari. Tanggalnya pun terjadi perbedaan pada ahli sejarah. Ada yang mengatakan 2, 8, 9, 13,17 dan 18 Rabi’ul Awal. Namun penduduk Makkah sependapat tanggal 12 Rabi’ul Awal, karena mereka dahulu kala mengadakan ziarah ke tempat itu pada tiap tanggal tersebut.

Adapun saat kelahiran Beliau itu menurut yang masyhur menjelang terbit fajar, pada waktu saat doa dimakbulkan Allah. Dilahirkannya Nabi Muhammad saw pada bulan Rabi’ul Awal, musimnya bunga berkembang adalah merupakan isyarat bahwa ajaran yang dibawanya akan berkembang di seluruh dunia.



Mengenai silsilah keturunan Nabi Muhammad saw adalah sebagai berikut : Muhammad bin Abdullah (lahir 545 M) bin Abdul Muthalib (497 M) bin Hasyim (464 M) bin Abdul Manaf (430 M) bin Qushai (400 M) bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan dan seterusnya berselisih pendapat ahli sejarah sampai anak Syits dan Adam.

Ayah Nabi Muhammad saw, Abdullah meninggal dalam perjalanan pulang. Sehabis berniaga dari Syam lalu ia singgah di Madinah, kemudian jatuh sakit dan tiada lama meninggal dunia dan dimakamkan di situ. Pada saat itu Nabi saw masih di dalam kandungan.

Sejak dalam kandungan telah nampak tanda-tanda kebesaran Nabi Muhammad saw, tatkala Nur Muhammad masuk ke dalam rahim ibundanya, Aminah. Allah memerintahkan kepada Malaikat membuka pintu surga Firdaus dan memberitahukannyaa kepada semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah yang tadinya kering menjadi subur, pohon-pohon kayu berdaun rimbun dan berbuah lebat, angin berhembus sepoi-sepoi basa, binatang-binatang di darat dan di laut ramai gembira memperbincangkannya.

Menurut keterangan Aminah, ketika kandungannya genap 6 bulan datanglah seorang tidak dikenal pada suatu malam seraya mengatakan "Hai Aminah, sesungguhnya anda mengandung seorang pemimpin besar, apabila lahir kelak, namakanlah dia dengan Muhammad !"

"Waktu itu aku sendirian dalam kamar sedangkan Abdul Muthalib thawaf keliling Ka'bah. Menjelang kelahiran Muhammad, kudengar suara gemuruh gegap gempita dan bersamaan dengan itu kulihat seekor burung menyapu-nyapukan sayapnya ke hatiku, maka hilanglah ketakutanku. Aku berpaling, tiba-tiba tampak di hadapanku semangkuk minuman berwarna putih, lantas aku meminumnya. Serentak dengan itu kulihat cahaya memancar sampai ke lagit, kemudian muncul wanita-wanita setinggi pohon kurma, seolah-olah putri dari Abdul Manaf, mereka langsung memegangku. Dalam keadaan gugup dan tercengang, aku bertanya tentang perihal mereka. Mereka menjawab bahwa mereka adalah Asiah istri Fir’aun yang beriman, Maryam anak Imran dan bidadari dari surga.

Kemudian beberapa laki-laki tegak berdiri di angkasa memegang beberapa cerek dari perak dan beberapa ekor burung yang paruhnya dari permata zamrud dan sayap-sayapnya dari permata ya'kut memenuhi kamarku. Allah membukakan pemandanganku, maka kulihat belahan bumi dari timur ke barat, 3 buah bendera berkibar, 1 di timur, 1 di barat dan 1 lagi dibelakang Ka'bah. Sejurus kemudian aku pun melahirkan Muhammad dengan dirawat bidan-bidang dari surga tadi. Kulihat Muhammad sujud ke lantai lalu mengangkat jari-jari tangannya ke langit. Sesudah itu kudengar suara gaib yang menyatakan, “Bawa dia keliling bumi dari timur ke barat dan masukkan ke dalam laut, supaya semua makhluk mengenalnya." Kemudian suara gaib itupun hilang. Pada malam kelahiran Nabi Muhammad saw, memancarlah sinar dari Aminah sampai ke negeri Syam (Syiria) sebagai isyarat pada suatu waktu kelak Nabi Muhammad saw akan berkunjung ke sana.

Menurut seorang Ulama, Nabi Muhammad saw lahir tidak seperti manusia lainnya yaitu keluar dari kemaluan ibunya, tapi dari dalam perut ibunyakeluar cahaya yang begitu terang lalu terlihat Nabi saw dalam keadaan bersujud. Menurut riwayat lain, Nabi Muhammad saw lahir dengan meletakkan dua tangannya di lantai, mengangkatkan kepalanya ke langit sebagai pertanda ketinggian martabatnya dari semua makhluk. Beliau lahir dalam keadaan bersih, sudah berkhitan, sudah terpotong tali pusarnya, wangi, bercelak mata dengan kodrat Allah swt. Menurut sebagian ahli sejarah, Beliau dikhitan oleh Abdul Muthalib sesudah berusia 7 hari dalam suatu upacara jamuan dan sekaligus menamakannya dengan "Muhammad".

Serentak dengan kelahiran Nabi Muhammad saw, singgasana Kaisar di Madain runtuh, api sembahan orang Majusi di Persia yang sejak 1000 tahun menyala, menjadi padam. Menurut riwayat lainnnya juga, ketika kelahiran Nabi saw, berhala-berhala disekitar Ka’bah jatuh lalu bersujud karena kelahiran Nabi saw

Pertumbuhan badannya begitu cepat. Umur 3 bulan dapat berdiri, umur 5 bulan dapat berjalan, umur 9 bulan telah cukup kuat dan berbicara lancar. Beberapa hari Beliau menyusu kepada Ibunya, kemudian disusukan oleh Tsuwaibatul-Aslamiah, budak Abu Lahab yang dimerdekakannya setelah mendengar Nabi Muhammad saw lahir. Tsuwaibah selain menyusukan Nabi saw, juga menyusukan anaknya, menyusukan Abu Salamah dan sebelum itu menyusukan Hamzah, paman Nabi saw.

Kemudian Nabi sawa disusukan Halimah binti Abi Zuaib As-Sa'diah, di desa Bani Sa'ad. Beliau diasuh oleh putrinya yang bernama Syiama. Setelah 2 tahun menghirup udara desa, Beliau dikembalikan kepada ibunya, kemudian dibawa ke desa kembali, bergaul dengan penduduk selama 5 tahun. Selama menyusukan Nabi saw, Halimah mendapat berkah, ternaknya subur berkembang biak, air susunya banyak dan rezekinya lapang.

Sebelum berusia 3 tahun dadanya dibedah oleh Malaikat Jibril dan ketika berusia 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia di Abwa', Madinah ketika berziarah ke makam ayahandanya Nabi saw bersama Nabi saw. Maka jadilah Beliau saw yatim piatu, lalu Beliau saw diasuh oleh kakeknya, setelah kakeknya meninggal Beliau saw diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.


Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alih Sayyidina Muhammad

Kisah Khalid Bin Walid (Pedang Allah yang Terhunus)



Kisah Sahabat Rasul Khalid Bin Walid :

Sebelum menjadi islam Khalid bin walid adalah kaum Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya, Diperang uhud. Perang Uhud adalah perang yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 7 Syawal tahun ke-3 Hijriah, atau bertepatan dengan tanggal 22 Maret 625 M. Perang ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Perang Badar. Seperti biasanya, jumlah tentara antara kedua belah pasukan selalu tidak seimbang, yaitu, tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Perang Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.

Rasulullah menempatkan pasukan Islam di kaki bukit Uhud di bagian barat. Tentara Islam berada dalam formasi yang kompak dengan panjang front kurang lebih 1.000 yard. Sayap kanan berada di kaki bukit Uhud sedangkan sayap kiri berada di kaki bukit Ainain (tinggi 40 kaki, panjang 500 kaki). Sayap kanan Muslim aman karena terlindungi oleh bukit Uhud, sedangkan sayap kiri berada dalam bahaya karena musuh bisa memutari bukit Ainain dan menyerang dari belakang, untuk mengatasi hal ini Rasulullah SAW menempatkan 50 pemanah di Ainain dibawah pimpinan Abdullah bin Zubair dengan perintah yang sangat tegas dan jelas yaitu:

Gunakan panahmu terhadap kavaleri musuh. Jauhkan kavaleri dari belakang kita. Selama kalian tetap di tempat, bagian belakang kita aman. jangan sekali-sekali kalian meninggalkan posisi ini. Jika kalian melihat kami menang, jangan bergabung; jika kalian melihat kami kalah, jangan datang untuk menolong kami.” Di belakang pasukan Islam terdapat 14 wanita yang bertugas memberi air bagi yang haus, membawa yang terluka keluar dari perang, dan mengobati luka tersebut. Di antara wanita ini adalah Fatimah, putri Rasulullah SAW yang juga istri Ali, sedangkan Rasulullah SAW sendiri berada di sayap kiri.

Posisi pasukan Islam bertujuan untuk mengeksploitasi kelebihan pasukan Islam yaitu keberanian dan keahlian bertempur. Selain itu juga meniadakan keuntungan musuh yaitu jumlah dan kavaleri (kuda pasukan Islam hanya 2, salah satunya milik Rasulullah SAW). Abu Sufyan tentu lebih memilih perang terbuka di mana dia bisa bermanuver ke bagian samping dan belakang tentara Islam dan mengerahkan seluruh tentaranya untuk mengepung pasukan tersebut. Tetapi Rasulullah SAW menetralisir hal ini dan memaksa Abu Sufyan bertempur di front yang terbatas di mana infantri dan kavalerinya tidak terlalu berguna. Juga perlu dicatat bahwa tentara Islam sebenarnya menghadap Madinah dan bagian belakangnya menghadap bukit Uhud, jalan ke Madinah terbuka bagi tentara kafir.

Tentara Quraish berkemah satu mil di selatan bukit Uhud. Abu Sufyan mengelompokkan pasukan ini menjadi infantri di bagian tengah dan dua sayap kavaleri di samping. Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid dan sayap kiri dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal, masing-masing berkekuatan 100 orang. Amr bin Al As ditunjuk sebagai panglima bagi kedua sayap tapi tugasnya terutama untuk koordinasi (Pada akhirnya nanti ketiga pemimpin pasukan ini masuk Islam). Abu Sufyan juga menempatkan 100 pemanah di barisan terdepan. Bendera Quraish dibawa oleh Talha bin Abu Talha.

  • Sebab kekalahan Islam dalam Perang Uhud

Kisah ini ditulis di Sura Ali "Imran ayat 140-179. Dalam ayat2 di Sura Ali ‘Imran, Nabi Muhammad s.a.w menjelaskan bahwa kekalahan di Uhud adalah ujian dari Allah (ayat 141) – ujian bagi Muslim mu’min dan munafik (ayat 166-167)".

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar (ayat 142)? Bahkan jika Muhammad sendiri mati terbunuh, Muslim harus terus berperang (ayat 144), karena tiada seorang pun yang mati tanpa izin Allah (ayat 145). Lihatlah para nabi yang tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah (ayat 146). Para Muslim tidak boleh taat pada kafir (ayat 149), Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut (ayat 151)." —

Ayat-ayat di atas tidak menunjukkan sebab yang sebenarnya mengapa Nabi Muhammad s.a.w dan Muslim kalah dalam perang di Uhud. Penjelasan yang lebih lengkap bisa dibaca di Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 276 Sebagaimana manusia biasa, wajar bila seseorang terlupa akan sesuatu. Begitu juga pasukan yang berjaga di atas bukit Uhud. Mereka terlupa dan akhirnya turun ke lembah untuk mengambil hak pemenang perang. Melihat banyak pasukan dari pihak Islam yang meninggalkan pos di atas bukit, Khalid bin Walid memerintahkan pasukan kafir yang tersisa untuk berbalik kembali dan menyerang pasukan Islam. Pos di atas bukit direbut oleh kaum kafir dan pasukan Islam yang tersisa di sana dibunuh, termasuk Hamzah paman Rasulullah SAW




  • Khalid bin Walid Masuk Islam

Ayah Khalid, Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia orang yang kaya raya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, merekalah yang mengurus gudang senjata dan tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit. Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Ketika Khalid bin Walid masuk Islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat membela panji-panji Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan Khalid diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan atas segala upaya jihadnya.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Dia sama sekali tidak gentar menghadapinya, dia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatannya dalam peperangan yang dikenal dengan Perang Yarmuk itu.

Dalam Perang Yarmuk jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak musuh yang berlipat-lipat. Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjata lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang, dia membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh.

Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian; depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraklius telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan.

Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu. Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad). Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan Abu Bakar di Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah, dengan sendirinya batal setelah Rasulullah wafat. Oleh sebab itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Maka Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut, hasilnya kemenangan ada di pihak Khalid.

Masih pada pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hirah pada 634 M. kemudian Khalid bin Walid diperintahkan oleh Abu Bakar meninggalkan Irak untuk membantu pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid. Ada kisah yang menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.

Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!"

Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid.

Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya "Si Pedang Allah" menempati posisi khusus di sisi Allah SWT.

Friday, April 3, 2020

Nama Nabi dan Rasul yang sering tidak diingat



Pengertian Nabi dan Rasul:

Menurut bahasa arab, nabi berasal dari kata Naba. Dikatakan nabi karena ia merupakan seseorang yang telah diberi wahyuoleh Allah SWT
dan tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu atau risalah tersebut kepada umatnya. Nabi adalah seseorang dengan jenis kelamin pria yang mendapat wahyu dari Allah SWT namun tidak wajib disebarkan kepada orang lain. Nabi dalam agama Islam adalah salah satu yang diilhamkan Allah, dan disampaikan kepada orang-orang. Dikatakan bahwa jumlah nabi yang 124 ribu orang, sebagaimana disebutkan dalam hadits Muhammad. Kata "Nabi" berasal dari kata naba yang berarti "Tinggi" ; Oleh karena itu "Tinggi" harus memiliki visi ke tempat yang jauh (prediksi masa depan) yang disebut nubuwwah.
Nabi adalah wahyu yang diberikan Allah untuk melanjutkan hukum yang dibawa oleh utusan sebelumnya. Berbeda dengan rasul yang membawa risalah (syariah) baru. Al-Qur'an menyebutkan beberapa nabi. Nabi pertama adalah Adam, sementara pada saat yang sama Nabi Muhammad adalah utusan terakhir.
Percaya pada nabi dan rasul merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam. Dalam Islam ada banyak nabi, tetapi harus diketahui hanya 25 nabi dan 4 dari mereka adalah penerima Kitab Suci: Musa (Taurat),Daud (Zabur),Isa (Injil),Muhammad (Al-Quran).:






Nabi adalah sesorang yang diberi wahyu dan memperoleh tugas menyebarkan ajaran kepada kaumnya yang telah ada sebelumnya. Serta tidak wajib menyebarkan ke seluruh manusia di muka bumi, hanya untuk kaumnya dan tidak memiliki syariat baru sebagaimana Rasul.

Rasul adalah manusia yang ditunjuk dan diberikan wahyu dari Tuhan semesta alam tentang misi untuk kehidupan di dunia dan akhirat agar disampaikan kepada seluruh manusia di bumi.

Setiap rasul sudah pasti nabi namun nabi belum tentu seorang rasul. Maka dari itu jumlah nabi lebih banyak daripada rasul. Ada beberapa perbedaan Nabi dan Rasul, sebagai berikut :

  • Rasul lebih tinggi daripada Nabi
  • Rasul diutus di tengah kaum kafir sedangkan Nabi diutus di kaum beriman
  • Syariat Rasul berbeda dari satu dengan yang lain namun masih dalam konteks ketauhidan Allah
  • Seluruh Rasul diutus menyampaiakan syariat dan menyempurnakan agama

Lalu pertanyaan baru muncul ada berapa jumlah nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT di bumi ini? Siapa saja yang termasuk nabi dan rasul? Dan siapa saja yang menjadi Ulul Azmi?

Berikut adalah 313 Nama-Nama Nabi dan Rasul Utusan Allah SWT :

  • Adam As.
  • Tsits As.
  • Anuwsy As.
  • Qiynaaq As.
  • Mahyaa iyl As.
  • Akhnuwkh As.
  • Idris As.
  • Mutawatsilakh As.
  • Nuh As.
  • Hud As.
  • Abhaf As.
  • Murdaaziyman As.
  • Tsari As.
  • Sholeh As.
  • Arfakhtsyad As.
  • Shofwaan As.
  • Handholah As.
  • Luth As.
  • Ishon As.
  • Ibrahim As.
  • Ismail As.
  • Ishaq As.
  • Yaqub As.
  • Yusuf As.
  • Tsamail As.
  • Syuaib As.
  • Musa As.
  • Luthoon As.
  • Yawa As.
  • Harun As.
  • Kaylun As.
  • Yusya As.
  • Bunasy As.
  • Balyaa As.
  • Armiyaa As.
  • Yunus As.
  • Ilyas As.
  • Sulaiman As.
  • Daud As.
  • Ilyasa As.
  • Ayub As.
  • Aus As.
  • Dzanin As.
  • Alhami As.
  • Tsabits As.
  • Ghobir As.
  • Hamilan As.
  • Dzulkifli As.
  • Uzair As.
  • Azkolan As.
  • Izan As.
  • Alwun As.
  • Zayin As.
  • Aazim As.
  • Syadzun As.
  • Sa ad As.
  • Gholib As.
  • Syamaas As.
  • Syam’un As.
  • Fiyaadh As.
  • Qidhon As.
  • Saarom As.
  • Ghinadh As.
  • Saanim As.
  • Ardhun As.
  • Babuzir As.
  • Kazkol As.
  • Baasil As.
  • Baasan As.
  • Lakhin As.
  • Rasugh As.
  • Rusy in As.
  • Alamun As.
  • Lawqhun As.
  • Barsuwa As.
  • Al-Adzim As.
  • Ratsaad As.
  • Syarib As.
  • Habil As.
  • Mublan As.
  • Imron As.
  • Harib As.
  • Jurits As.
  • Tsima As.
  • Dhorikh As.
  • Sifan As.
  • Qubayl As.
  • Dhofdho As.
  • Ishoon As.
  • Ishof As.
  • Shodif As.
  • Barwa As.
  • Haashiim As.
  • Hiyaan As.
  • Aashim As.
  • Wijaan As.
  • Mishda As.
  • Aaris As.
  • Syarhabiil As.
  • Harbiil As.
  • Hazqiil As.
  • Asymuil As.
  • Imshon As.
  • Kabiir As.
  • Saabath As.
  • Ibaad As.
  • Basylakh As.
  • Rihaan As.
  • Imdan As.
  • Mirqoon As.
  • Hanaan As.
  • Lawhaan As.
  • Walum As.
  • Ba’yul As.
  • Bishosh As.
  • Hibaan As.
  • Afliq As.
  • Qoozim As.
  • Ludhoyr As.
  • Wariisa As.
  • Midas As.
  • Hudzamah As.
  • Syarwahil As.
  • Manil As.
  • Mudrik As.
  • Harim As.
  • Baarigh As.
  • Harmiil As.
  • Jabadz As.
  • Dzarqon As.
  • Ushfun As.
  • Barjaaj As.
  • Naawi As.
  • Hazruyiin As.
  • Isybiil As.
  • Ithoof As.
  • Mahiil As.
  • Zanjiil As.
  • Tsamithon As.
  • Alqowm As.
  • Hawbalad As.
  • Solih As.
  • Saanukh As.
  • Zaamiil As.
  • Qosim As.
  • Baayil As.
  • Yaazil As.
  • Kablaan As.
  • Baatir As.
  • Haajim As.
  • Jaawih As.
  • Jaamir As.
  • Haajin As.
  • Raasil As.
  • Waasim As.
  • Raadan As.
  • Saadim As.
  • Syutsan As.
  • Jaazaan As.
  • Shohid As.
  • Shohban As.
  • Kalwan As.
  • Shooid As.
  • Ghifron As.
  • Ghoyir As.
  • Lahuun As.
  • Baldakh As.
  • Haydaan As.
  • Lawii As.
  • Habroa As.
  • Naashii As.
  • Haafik As.
  • Khoofikh As.
  • Kaashikh As.
  • Laafats As.
  • Naayim As.
  • Haasyim As.
  • 1Hajaam As.
  • Miyzad As.
  • Isyamaan As.
  • Rahiilan As.
  • Lathif As.
  • Barthofun As.
  • Aban As.
  • Awroidh As.
  • Muhmuthshir As.
  • Aanin As.
  • Namakh As.
  • Hunudwal As.
  • Mibshol As.
  • Mudhataam As.
  • Thomil As.
  • Thoobikh As.
  • Muhmam As.
  • Hajrom As.
  • Adawan As.
  • Munbidz As.
  • Baarun As.
  • Raawan As.
  • Mubiin As.
  • Muzaahiim As.
  • Yaniidz As.
  • Lamii As.
  • Firdaan As.
  • Jaabir As.
  • Saalum As.
  • Asyh As.
  • Haroban As.
  • Jaabuk As.
  • Aabuj As.
  • Miynats As.
  • Qonukh As.
  • Dirban As.
  • Shokhim As.
  • Haaridh As.
  • Haarodh As.
  • Harqiil As.
  • Numan As.
  • Azmil As.
  • Murohhim As.
  • Midaas As.
  • Yanuuh As.
  • Yunus As.
  • Saasaan As.
  • Furyum As.
  • Farbusy As.
  • Shohib As.
  • Ruknu As.
  • Aamir As.
  • Sahnaq As.
  • Zakhun As.
  • Hiinyam As.
  • Iyaab As.
  • Shibah As.
  • Arofun As.
  • Mikhlad As.
  • Marhum As.
  • Shonid As.
  • Gholib As.
  • Abdullah As.
  • Adruzin As.
  • Idasaan As.
  • Zahron As.
  • Bayi As.
  • Nudzoyr As.
  • Hawziban As.
  • Kayiwuasyim As.
  • Fatwan As.
  • Aabun As.
  • Rabakh As.
  • Shoobih As.
  • Musalun As.
  • Hijaan As.
  • Rawbal As.
  • Rabuun As.
  • Muiilan As.
  • Saabi an As.
  • Arjiil As.
  • Bayaghiin As.
  • Mutadhih As.
  • Rahiin As.
  • Mihros As.
  • Saahin As.
  • Hirfaan As.
  • Mahmuun As.
  • Hawdhoon As.
  • Albauts As.
  • Waid As.
  • Rahbul As.
  • Biyghon As.
  • Batiihun As.
  • Hathobaan As.
  • Aamil As.
  • Zahirom As.
  • Iysaa As.
  • Shobiyh As.
  • Yathbu As.
  • Jaarih As.
  • Shohiyb As.
  • Shihats As.
  • Kalamaan As.
  • Bawumii As.
  • Syumyawun As.
  • Arodhun As.
  • Hawkhor As.
  • Yaliyq As.
  • Bari As.
  • Aaiil As.
  • Kanaan As.
  • Hifdun As.
  • Hismaan As.
  • Yasma As.
  • Arifur As.
  • Aromin As.
  • Fadhan As.
  • Fadhhan As.
  • Shoqhoon As.
  • Syamun As.
  • Rishosh As.
  • Aqlibuun As.
  • Saakhim As.
  • Khooiil As.
  • Ikhyaal As.
  • Hiyaaj As.
  • Zakariya As.
  • Yahya As.
  • Jurhas As.
  • Isa As.
  • Muhammad Saw

Suara dentuman misterius di Jabar dan beberapa daerah di Indonesia

Suara dentuman misterius : "Suara dentuman beberapa kali, jam 01.00 WIB sampai jam 03.00 WIB suaranya mirip ledakan bom menggel...